A. Cahaya
1.
Pemantulan Cahaya
Seseorang dapat melihat benda karena benda tersebut
mengeluarkan atau memantulkan cahaya ke mata kita. Karena ada cahaya dari
benda ke mata kita, entah cahaya itu memang berasal dari benda tersebut, entah
karena benda itu memantulkan cahaya yang datang kepadanya lalu mengenai mata
kita. Jadi,
gejala melihat erat kaitannya dengan keberadaan cahaya atau sinar.
Pada optik geometri dipelajari sifat-sifat cahaya
dengan menggunakan alat-alat yang ukurannya relatif lebih besar dibandingkan
dengan panjang gelombang cahaya. Cahaya selalu merambat lurus seperti yang terlihat manakala cahaya
matahari menerobos dedaunan. Sehingga cahaya yang merambat digambarkan sebagai garis lurus berarah
yang disebut sinar cahaya, sedangkan berkas cahayaterdiri dari beberapa garis
berarah. Berkas
cahaya bisa parallel z, divergen (menyebar) atau konvergen (mengumpul).
Seorang ahli matematika
berkebangsaan belanda yang bernama Willebrod Snellius (1591 – 1626) dalam
penelitiannyaiaberhasil menemukan hukum pemantulan cahaya yang berbunyi:
1.
Sinar datang, sinar pantul dan
garis normal terletak pada satu bidang datar.
2.
Sudut sinar datang sama dengan sudut
sinar pantul.
Secara garis besar
pemantulan cahaya terbagi menjadi dua yaitu pemantulan teratur dan pemantulan
baur (pemantulan difus). Pemantulan teratur terjadi jika berkas sinar sejajar
jatuh pada permukaan halus sehingga berkas sinar tersebut akan dipantulkan sejajar
dan searah, sedangkan pemantulan baur terjadi jika sinar sejajar jatuh pada
permukaan yang kasar sehingga sinar tersebut akan dipantulkan ke segala arah.
Pada permukaan
benda yang rata seperti cermin datar, cahaya dipantulkan membentuk suatu pola
yang teratur. Sinar-sinar sejajar yang datang pada permukaan cermin dipantulkan
sebagai sinar-sinar sejajar pula. Akibatnya cermin dapat membentuk bayangan
benda. Pemantulan semacam ini disebut pemantulan teraturatau pemantulan biasa .
Berbeda dengan
benda yang memiliki permukaan rata, pada saat cahaya mengenai suatu permukaan
yang tidak rata, maka sinar-sinar sejajar yang datang pada permukaan tersebut
dipantulkan tidak sebagai sinar-sinar sejajar. Pemantulan seperti ini disebut
pemantulan baur. Akibat pemantulan baur ini manusia dapat melihat benda dari
berbagai arah. Misalnya pada kain atau kertas yang disinari lampu sorot di
dalam ruang gelap, dapat terlihat apa yang ada pada kain atau kertas tersebut
dari berbagai arah. Pemantulan baur yang dilakukan oleh partikel-partikel debu
di udara yang berperan dalam mengurangi kesilauan sinar matahari.
No comments:
Post a Comment